Jika Anda gemar masak pasti senang bila dapat menemukan pisau yang tepat untuk mengiris, memotong, dan mencincang. Pisau yang tepat merupakan kunci untuk menyiapkan bahan-bahan makanan dengan nyaman dan mudah.
* Gagang
Bentuk pegangan/gagang mempengaruhi kenyamanan dan keamanan. Carilah pegangan yang dibuat secara ergonomis. Pegangan harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air demi kebersihan. Bila ada paku, posisinya harus sama rata dengan pegangan, jangan menonjol.
* Agar tetap tajam
- Pisau yang tajam merupakan pisau yang aman karena akan memotong dengan mudah. Memotong benda selain makanan membuat pisau menjadi tumpul.
- Pisau dengan pinggiran yang lurus harus diasah secara teratur
* Perawatan sehari-hari
Dianjurkan untuk mencuci pisau dengan tangan, bukan dengan mesin pencuci piring. Sesudah dicuci, keringkan dan simpan dengan benar di tempatnya.
* Penyimpanan
Jaga pisau agar tetap tajam dan cantik dengan menyimpannya secara aman pada tempat khusus untuk menyimpan pisau. Tempat pisau ini dapat diletakkan di atas meja dapur atau digantung di dinding.
Sumber : NOVA
Selengkapnya...
Seluk-beluk Pisau
Masakan, Jumat, 24 April 2009Kriuknya Kepiting Telur Asin
Masakan, Selasa, 20 Januari 2009
Kepiting, ternyata bisa diolah dengan berbagai citarasa yang benar-benar berhasil menggoyang lidah. Caranya pun begitu mudah. Bahkan, bagi Anda yang pemula sekalipun, dijamin mampu menyuguhkan hasil olahan berbahan kepiting dalam citarasa penuh selera.
Di tangan Fendi, senior chef di Big Ocean Seafood Kitchen di kompleks MEX Building, Surabaya, kepiting lokal bisa disulapnya menjadi sajian yang sungguh luar biasa dengan rasa mendunia. Kepiting telur asin adalah salah satu menu unggulan di Big Ocean yang dipromosikan Fendi sebagai racikannya yang paling banyak dicari pelanggan Big Ocean. Selain steam ikan kerapu masak bawang putih atau sup kepala ikan yang disuguhkan dalam nuansa restoran yang elegan bergaya hitam putih.
“Sampai-sampai ada pelanggan dari Purwokerto Jawa Tengah yang ketagihan kepiting telur asin racikan sehingga rutin menyempatkan hadir ke Big Ocean,” ujar Fendi, jauh dari kesan menyombongkan diri.
Fendi, chef asal Jakarta yang mengantongi jam terbang puluhan tahun di sejumlah restoran besar di Indonesia (dari Hailai Jakarta hingga Top Ten Surabaya) itu dengan enteng meyakinkan, “Tidak ada rahasia dalam menyuguhkan menu berbahan dasar kepiting lokal menjadi suguhan yang istimewa, asalkan memahami benar cara-cara mengolahnya.”
Seperti seni kuliner Tiongkok, tutur Fendi, yang harus diolah cepat dan disantap segera mungkin selepas dimasak untuk menghasilkan citarasa menu yang terjaga, demikian juga mengolah masakan berbahan sari laut ini. “Bahan-bahannya harus segar dan diolah dengan cepat dan disantap sesegera mungkin setelah dimasak,” tekannya.
Pun dalam mengolah menu berbahan sari laut, apakah itu kepiting, udang, atau ragam ikan, semakin segar bahan-bahan yang dibutuhkan semakin berkualitas citarasa yang bisa disuguhkan.
Fendi juga menyarankan, tidak perlu menggunakan kepiting impor, cukup kepiting lokal (kalau bisa pilih yang jantan ukuran empat ons) dan bukan kepiting betina atau kepiting telur. “Kepiting telur betina hanya banyak telurnya namun dagingnya hanya sedikit,” jelasnya.
Selain itu pilih kepiting yang berbadan padat, berwarna hitam kecokelat-cokelatan, dan ukuran empat ons atau lebih. Bumbu-bumbu lokal juga lebih banyak digunakan Fendi untuk menyiasati aroma amis pada bahan-bahan sari laut. Jahe misalnya, digunakan jika bahan sari laut beraroma amis. Yuk langsung saja turun ke dapur memasak kepiting telur ikan asin. Tri ***
sumber: SURABAYA | SURYA Online
Selengkapnya...
Masakan Tom Yam Semakin Digemari
Masakan, Kamis, 08 Januari 2009
Saat ini masakan Thailand telah mampu merambah dunia. Juga di Kota Pekanbaru, telah banyak masakan tersebut dijumpai diberbagai restoran dan Pusat Jajan Selera Rakyat (Pujasera), seperti di jalan Sultan Syarif Qasim, jalan Jendral Sudirman dan jalan Riau. Ternyata masakan khas negara gajah putih ini banyak disukai orang.
Orang-orang Thailand sendiri terbilang berhasil dalam mengangkat kekayaan kuliner mereka sebagai komoditi. Efeknya di Pekanbaru dan Indonesia banyak restoran ala Thailand bermunculan. Cita rasa bumbu masakan Thailand memang tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Apalagi jika yang dimaksud adalah masakan bercita rasa pedas dan asam. Ini berkaitan dengan letak geografis kedua negara yang terpaut tidak jauh.
Bahkan kalau ditarik dari sisi sejarah, kedua negara ini memiliki hubungan yang dekat, terutama dalam perdagangan pada zaman dahulu kala. Ketika itu, salah satu komoditi perdagangan yang paling laris adalah rempah-rempah. Jadi tidak heran jika kedua negara ini memiliki bumbu masakan yang hampir sama.
Berbagai menu Thailand dapat dijumpai, antara lain wing angels, sate ayam, tom yum goong, dan gurame dengan saus spesial. Masakan Thailand kebanyakan mencampurkan empat macam rasa dasar, yaitu manis, pedas, asam, dan asin. Tom yum goong misalnya, dengan kuah yang begitu segar, pedas dan gurih.
Selain tom yum goong yang begitu terkenal, juga banyak menu lainnya yang mempunyai khas selera thai, seperti sate ayam khas Thailand. Meskipun bentuknya sama, sate khas Thailand ini memiliki rasa berbeda dengan sate ayam Indonesia yang menggunakan bumbu kacang. Sate ini lebih didominasi rasa manis karena diberi campuran madu.
Dengan daging yang empuk, dan yang pasti irisan daging lebih besar dibandingkan sate ayam Indonesia. Menu lainnya adalah ikan gurame yang disiram saus spesial. Sesuai namanya, rasa makanan ini benar-benar spesial, dengan bumbu saus yang kental berwarna merah. Tapi jangan terkecoh. Meski berwarna merah, rasa manis tetap mendominasi masakan ini. Satu suap ikan masuk ke dalam mulut, Anda akan merasakan kelembutan daging ikan yang empuk dengan bumbu meresap.
Cita rasa pedas memang menjadi ciri khas makanan Thailand. Hampir seluruh masakan negeri ini bercita rasa pedas, mulai dari sup, nasi goreng hingga masakan ikan atau daging. Karena itu cabai dan asam merupakan bumbu wajib yang terdapat di hampir seluruh masakan. Bahkan, sup terkenal asal Thailand yaitu tom yam, dalam bahasa setempat berarti sup asam pedas.
Tom yam memang berbeda dengan sup ala Indonesia. Rasanya jauh lebih pedas dan asam. Ini karena adanya penambahan jus lemon hingga rasanya asam. Bumbu lainnya adalah sereh dan daun ketumbar. Tom yam tak hanya berupa sup dengan ayam. Di Thailand, terdapat berbagai jenis tom yam. Ada tom yam gong (tom yam dengan udang), tom yam pla (tom yam dengan ikan), tom yam palay (tom yam dengan seafood seperti cumicumi, udang, dan ikan kakap), dan tom yam palai thong (tom yam dengan kepala ikan kakap).
Namun umumnya, isi tom yam adalah campuran berbagai jenis hidangan laut plus jamur. Tidak sulit bagi Anda yang berminat membuat tom yam. Terlebih dulu, Anda harus membuat bahan dasarnya yang disebut tom yam paste. Ini berupa gilingan cabai merah, cabai rawit, serta bahan-bahan lain sebagai bahan dasar untuk semua jenis tom yam. Tak hanya berciri khas pedas, masakan Thailand juga kerap menggunakan rempah-rempah daun segar seperti kemangi, seledri, daun jeruk, sereh, daun ketumbar, jahe, serta lengkuas.
Aneka rempah segar ini membuat aroma masakan sangat wangi. Keeksotisan masakan Thailand juga karena pengaruh China yang sangat kuat. Ini bisa dilihat dari cara memasaknya. Masakan Thailand diolah dengan api besar. Kompor yang digunakan disebut wok yaitu sejenis kompor dengan api yang sangat besar dan memakai blower. Cara memasak seperti ini dengan sendirinya memengaruhi cita rasa masakan dan membedakannya dengan masakan dari negara lain termasuk Indonesia.***
Selengkapnya...
